Mahasiswa IAIN Madura minta Sanad Keilmuan Kepada K.H. Afifuddin Muhajir

 

Tepat pada hari rabu (4 Desember 2019) rombongan Mahasiswa Pascasarjana IAIN Madura mengunjungi Ma’had Aly Situbondo. Berbeda dengan kunjungan-kunjungan lain yang biasanya belajar bagaimana mengelola lembaga pendidikan tinggi, kunjungan kali ini bertujuan untuk mengaji Maqasid al-Syariah kepada K.H. Afifuddin Muhajir.

Rombongan diterima langsung oleh K.H. Afifuddin Muhajir atas nama Ketua Yayasan, wakil Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan pimpinan Ma’had Aly Situbondo. Turut hadir juga Katib Ma’had Aly Situbondo Ustaz Khairuddin Habzis. dan Dr. K.H. Muhyiddin Khatib.

Dalam penyampaiannya, K.H. Afifuddin Muhajir menyebut bahwa peran Maqasid al-Syariah dalam proses penggalian hukum Islam dari Alquran dan hadis sangat penting. Karena melakukan ijtihad tanpa mempertimbangkan Maqasid al-Syariah akan melahirkan hukum Islam yang kaku dan tekstual. Dan berujung kepada konservatisme beragama.

Sebaliknya, terlalu mempertimbangkan Maqasid tanpa melihat teks agama (nushus al-Syariah) akan membuat orang bebas dan arus liberalisme agama. Oleh karena itu, integrasi antara keduanya dalam istinbath al-Ahkam adalah hal yang tak bisa dihindari. Singkat kata, profesionalisme dan proporsionalisme dalam beragama adalah hal yang sangat penting.

Di akhir acara, ketika sesi tanya jawab, salah seorang peserta bertanya sekaligus meminta sanad keilmuan kepada K.H. Afifuddin Muhajir. Awalnya, permintaan ini disambut ketawa dari para hadiran, namun seperti tak menyerah, mahasiswa yang bernama Abdul Somad tersebut tetap meminta sanad keilmuan.

Akhirnya, Kiai Afif memberikan sanad keilmuan yg beliau peroleh dari guru-gurunya seperti Kiai As’ad Syamsul Arifin, Kiai Dhofir Munawwar dan sanad keilmuan yang beliau peroleh dari Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani. Dan beliau juga memberi ijazah kitab yang beliau tulis, yakni kitab Fath al-Mujib al-Qarib. Penerimaan ijazah itu ditandai dengan ucapan “Qabilna al-Ijazah” dari dawuh Kiai Afifuddin, “Ajaztukum![]

pewarta: Ahmad Husain Fahasbu

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *