ASPI Ma’had Aly, Ajang Penyaringan Bukan Penjaringan

Eksistensi pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin tidak bisa tidak harus melibatkan kitab kuning. Sebab, khazanah keilmuan Islam, kebanyakan tertuang dalam lembar-lembar kitab kuning yang dianggit para alim. Seketika, kompetensi membaca kitab kuning menjadi syarat mutlak bagi sesiapa yang ingin mendalami Islam. Lebih-lebih bagi santri.

Kesadaran ini perlu terus dipupuk dan dikembangkan, utamanya di kalangan santri. Sebab bukan tidak mungkin, seiring pesatnya perkembangan zaman dengan pelbagai ekses-eksesnya, ghirah untuk mengkaji kitab kuning pun kian memudar.

Karenanya, selain harus terus dipantau dan dikawal perkembangannya, perlu juga diadakan even-even yang sekiranya sanggup mamantik semangat dalam diri para santri. Agar para santri lebih giat lagi dalam mempelajari kitab kuning.

ASPI hadir juga dalam rangka ini; memfasilitasi sahabat santri untuk berkompetisi di bidang keterampilan membaca kitab.

Pun, yang tak kalah penting, ia menjadi ajang penyaringan (seleksi) santri terbaik di antara sekian yang baik, untuk kemudian bisa lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya.

Bedanya dengan penjaringan, sistem penyaringan menutut persiapan dan kesiapan maksimal dari masing-masing. Sebab penekanannya bukan pada kuantitas, melainkan kualitas. “Seberapa layak, bukan seberapa banyak.”

Untuk mengimbangi dan mengapresiasi kesungguhan para peserta, Ma’had Aly pun menyiapkan beberapa bentuk penghargaan. Termasuk di antaranya, Piala Mudir Ma’had Aly, yang mulia KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, golden ticket masuk Ma’had Aly secara cuma-cuma (tanpa tes), dan sejumlah uang pembinaan. Tentunya, semua itu hanya bagi mereka yang juara.

Daftar segera!

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *