Bahtsul Masail PBNU: Orang Positif Corona Dilarang Salat Jumat

Hasil Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyimpulkan bahwa orang-orang yang positif mengidap virus corona dilarang salat Jumat.

“Dalam konteks itu berlaku hadits Lā dlarara walā dhirār (tidak boleh melakukan tindakan yang dapat membahayak diri sendiri dan orang lain),” demikian edaran Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, Kamis (19/30/2020). Edaran LBM PBNU itu berjudul: Pandangan Keagamaan LBM PBNU tentang Pelaksanaan Salat Jumat di Daerah Terjangkit Covid-19.

Edaran LBM PBNU itu ditandatangani oleh KHM. Najib Hasan (ketua) dan KH Sarmidi Husna (Sekretaris). Sedang tim perumus terdiri dari:

  1. KH. Afifuddin Muhajir,
  2. KH. Ishomuddin
  3. KH. Miftah Faqih
  4. KH. Abd. Moqsith Ghazali
  5. KH. Mahbub Maafi Ramdlan
  6. KHM. Najib Hasan
  7. KH. Sarmidi Husna
  8. KH. Azizi Hasbullah
  9. KH. KH Darul Azka
  10. KH. Asnawi Ridwan.

Menurut bahstul masail tersebut, orang yang positif virus corona dianalogikan dengan penyandang penyakit judzam dan barash yang dilarang mengikuti salat Jumat. “Mereka harus diisolasi dari manusia lain,” tulis edaran itu.

Dalam edaran itu disebutkan bahwa Imam Al-Qadli ‘Iyad telah menukil pendapat para ulama yang menyatakan bahwa orang yang terkena penyakit lepra dan kusta dilarang ke masjid, salat Jumat, dan berbaur dengan orang lain (Zakaria Al-Anshari, Asna Al-Mthalib Syarhu Raudl At-Thalib, Bairud-Dar Al-Kutub al-Ilmiah, cetakan ke-I, 1422/2000 H, juz 1, halaman 215).

Alasannya, karena dikhawatirkan menimbulkan mudlarat kepada orang lain. “Oleh karena itu melarangnya adalah wajib,” bunyi edaran itu dengan merujuk kepada kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiah Al-Kubra, karangan Ibnu Hajar Al-Haitsami, Juz 1 halaman 212, terbitan Bairud-Dar Al-Fikr.

Meski demikian, jika pasien corona itu tetap ngotot melakukan salat Jumat, maka salatnya tetap sah. Karena larangan itu tidak berasal dari soal salat Jumat-nya tapi faktor eksternal, yaitu menimbulkan bahaya bagi orang lain.

Poin kedua dari edaran Bahtsul Masail itu menyebutkan, jika umat Islam berada di kawasan zona merah virus corona, maka dianjurkan salat dzuhur di rumah masing-masing, tidak menggelar salat Jumat di masjid. Sebab di zona merah, penularan virus corona, meski belum sampai pada tingkat yakin tapi sekurang-kurangnya sampai pada dugaan kuat atau potensial yang mendekati aktual. Di sini penularan virus corona tidak hanya berstatus udzur tapi menjadikan larangan menghadiri salat Jumat.

Selain itu menghadiri atau menggelar salat Jumat sama halnya dengan melakuan tindakan membahayakan diri sendiri.Ini masuk dalam keumuman firman Allah QS Surat An-Nisa: 29 yang artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada dirimu.

Poin ketiga, umat Islam yang berada di zona kuning virus corona, maka penularan virus itu masih dalam batas potensial-antisipatif. Karena itu virus corona tidak menjadi larangan tapi hanya menjadi udzur salat berjamaah dan salat Jumat. Sebab menurut para fuqaha, salah satu yang bisa dijadikan alasan (udzur) tidak melakukan salat Jumat dam jamaah di masjid adalah adanya kekhawatiran (khauf) yang meliputi tiga hal. Yaitu kekhatiran keselamatan jiwa, tercederainya kehormatan, dan kekhawatiran hilangnya harta benda.

Bagi umat Islam yang berada di zona kuning dianjurkan mengambil rukhshah (dispensasi) dalam syariat Islam, yaitu memilih salat dzuhur di rumah masing-masing ketimbang salat Jumat di masjid. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah senang manakala rukhshah-rukhshahnya (keringanan-keringanannya) diambil sebagaimana Dia pun senang manakala azimah-azimah-Nya dilaksanakan. (HR At-Thabrani dan Al-Baihaqi).

“Dalam menghadapi penularan cepat virus corona ini, maka penting bagi umat Islam untuk memadukan sikap tawakkal dan waspada, sebab keduanya merupakan prinsip ajaran Islam,” pungkas edaran itu.

Bahtsul Masail PBNU tersebut digelar setelah mencermati keterangan para ahli, para dokter dan sikap pemerintah RI, tentang virus corona yang sangat membahayakan bangsa Indonesia. (tim)

Sumber : BANGSAONLINE.COM

Link download Pdf Hasil LBM PBNU Tentang Pelaksanaan Salat Jumat di Daerah Terjangkit Covid-19

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *