Buku Kaidah Fikih Zaman Kini: Sebuah Kajian Ilmu Kaidah Fikih Aplikatif

Judul buku : 175 Simpel dan Mudah Menguasai Kaedah Fikih, Penulis : Khairuddin Habziz, M.HI., Penerbit : Tanwirul Afkar, Jumlah halaman : 138, Peresensi : Sherly Karlinda

Alquran dan Hadist merupakan dua pedoman utama dalam agama Islam. keduanya menjadi pedoman hidup bagi umat Muhammad dalam semua lini kehidupannya. Segala dimensi kehidupan telah diatur di dalam Alquran kemudian secara rinci dijelaskan oleh Hadis Nabi. Sedangkan untuk berbagai hal yang belum diatur oleh keduanya, manusia dituntut untuk mencari jawaban dari problematika kehidupan yang sedang dihadapi dengan tidak melupakan bahwa segala sesuatunya harus berpedoman dan bersandar kepada dua sumber utama diatas. Oleh karena itulah, dibutuhkan adanya pembahasan serta penggalian untuk mendapatkan kepastian hukum yang tengah dihadapi oleh manusia.

Dalam usaha mencari kepastian hukum yang dimaksud, diperlukan beberapa alat yang digunakan sebagai sarana dalam menempuh proses pencarian. Salah satu ilmu yang digunakan adalah Kaidah Fikih. Kaidah Fikih merupakan bagian dari studi fikih yang sangat erat kaitannya dengan hukum Islam. Diantaranya adalah Ushul Fikih, kaidah Ushul Fikih, Fikih dan kaidah kebahasaan yang meliputi ilmu Mantik, Balaghah dan sebagainya. Jadi, sudah tak ayal lagi bahwa dalam menguasai hukum Islam dibutuhkan ilmu Kaidah Fikih yang dijadikan sebagai salah satu alat dalam menyelesaikan persoalan yang telah terjadi atau problematika yang sedang dihadapi oleh kalangan manusia yang belum ada ketentuan hukumnya dalam Alquran dan Hadis.

Dalam memahami persoalan agama secara rinci dibutuhkan usaha yang mendalam untuk bisa menemukan jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapi oleh umat manusia sendiri. Banyak fukaha yang telah berusaha mengelompokkan permasalahan fiqhiyyah dalam kitab-kitab klasik maupun kontemporer. tentunya disiplin ilmu Kaidah Fikih sangat dibutuhkan oleh para mujtahid sebagai rujukan dalam mencetuskan sebuah hukum. Dibentuknya disiplin ilmu Kaidah Fikih bertujuan untuk memudahkan dalam memahami permasalahan yang dihadapi.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam memahami ilmu Kaidah Fikih adalah dengan mengetahui kaidah-kaidah fikih yang telah disusun oleh para fukaha. Hal ini juga telah memotivasi salah satu dosen Ma’had Aly yakni Khairuddin Habziz untuk menghimpun kaidah-kaidah fikih dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dengan tujuan mempermudah para santri dan para peminat hukum Islam terutama di bidang Fikih dan Kaidah Fikih dalam memahami secara gamblang terhadap permasalahan yang tengah dihadapi.

Buku yang berjudul 175 simpel dan mudah menguasai kaedah fikih ini hadir sebagai sarana dalam memberikan kemudahan untuk memahami kaidah fikih terutama kepada para kader ahli fikih. Buku yang ditulis oleh dosen Ma’had Aly Sukorejo ini, terdiri dari lima sub bagian.

Bagian yang pertama, berisi tentang pengantar ilmu kaidah fikih yang di dalamnya membahas tentang persamaan dan perbedaan ilmu ini dengan fan ilmu lain yang hubungannya sangat tidak terpisahkan dengan kaidah-kaidah fikih,  juga berisi tentang perkembangan kaidah dari masa ke masa yakni dari masa Nabi, Sahabat, dan para Tabiin yang mana pada kurun waktu itu kaidah fikih masih dalam bentuk universal. Pada masa selanjutnya yakni pada masa imam mazhab yang dikenal dengan istilah masa kodifikasi fikih mazhab sudah banyak ditemukan kaidah-kaidah di dalam kitab dari masing-masing mazhab. Baru kemudian di masa pasca imam mazhab, kaidah fikih telah menjadi sebuah disiplin ilmu yang mandiri dan tidak lagi bercampur dengan fan ilmu yang lain. Pada periode masa kini Kaidah Fikih telah menjelma sebagai rujukan resmi di kalangan para hakim dalam memutuskan kebijakan hukum. Dalam sub ini juga membahas tentang kedudukan Kaidah Fikih sebagai dalil hukum karena sumber rujukan yang diambil adalah nas-nas syari yang tertentu pada kaidah dasar yakni kaidah kulliyah kubro.

Bagian kedua berisi tentang penjelasan lima kaidah dasar kuliyyah kubra yang disertai dengan penjelasan dari turunan lima kaidah dasar bersama dengan contoh-conroh dari masing-masing kaidah.

Bagian ketiga mengenai kaidah kuliyyah gairu kubra yang terdiri dari lima belas kaidah yang lengkap dengan kaidah turunannya masing-masing serta ditampilkan contoh aplikatifnya.

Bagian keempat membahas tentang kaidah-kaidah ushul yang berlaku sebagaimana kaidah fikih yang yang terdiri dari tiga kaidah dilengkapi dengan kaidah turunan beserta contoh penerapannya.

Bagian kelima mengenai dua puluh kaidah yang diperselisihkan dikalangan mazhab Syafii dan pentarjihan tersebut tidak dapat dipastikan karena harus melihat kasus-kasus yang berbeda-beda. Dari semua kaidah yang disajikan  tidak ada satu kaidah pun yang luput dari pemberian contoh.

Buku yang ditulis oleh dosen Ma’had Aly ini disajikan dengan bahasa yang lugas dan mudah untuk dimengerti. Contoh yang ditampilkan lebih banyak  adalah contoh aplikatif dan berkaitan erat dengan realitas zaman now. Contoh yang diberikan tidak mengacu pada kasus-kasus yang penerapannya sudah tidak relevan lagi dengan saat ini. Membaca dan memahami kaidah dan penerapan contohnya membuat pembaca segera memahami kasus-kasus yang terjadi serta memberikan kemudahan dalam mencerna pemahaman dari kasus contoh  yang ditampilkan. Buku yang telah hadir di hadapan kita saat ini, juga menampilkan hikmah-hikmah yang menggugah semangat dalam menjalani problematika kehidupan dan hal inilah yang membuat buku ini semakin menarik untuk dipelajari. Tidak sekedar mempelajari dan menelaah kasus yang terjadi, akan tetapi memberikan hikmah dari setiap kaidah. Hikmah yang ditampilkan tidak hanya tertentu pada beberapa kaidah saja, akan tetapi kalam hikmah dapat dijumpai disetiap kaidah, pun kaidah turunan dari masing-masing kaidah asasnya.

Bagian akhir buku ini berisi mengenai klasifikasi semua kaidah beserta semua turunannya, yang semua itu telah dijelaskan secara detail di sub bagiannya yang terkumpul dalam lima pembahasan pokok. Hal ini dapat mempermudah para peminat fikih dalam menghafal dan mengingat semua kaidah-kaidah fikih.

Namun, layaknya karya yang ditulis oleh manusia, betapapun bagusnya buku ini, peresensi melihat adanya beberapa hal yang andai kata dijadikan bahan revisi buku ini akan semakin menyempurnakan karya yang sudah menarik ini. Setidaknya, ada beberapa poin masukan dan koreksi dalam buku yang berjudul 175 simpel dan mudah menguasai kaedah fikih ini: Pertama setiap kaidah hendaknya dijelaskan secara detail (lebih rinci) terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia dengan gaya penulisan yang mudah dipahami, tidak hanya menampilkan kaidah yang berbahasa arab lalu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia saja tanpa ada penjelasan. Hal ini diharapan agar para pembaca akan memahami secara mendalam maksud dari kaidah yang akan dijelaskan. Kedua menampilkan contoh kasus yang lebih banyak, tentu dalam praktik yang sesuai dengan problem zaman now dan menjelaskannya secara rinci serta memberikan  solusi aplikatif dalam menghadapi problematika kasus yang terjadi.

Terlepas dari dua hal tersebut di atas, peresensi melihat bahwa pada esensinya kehadiran karya ini sudah menjadi solusi bagi pelajar disiplin ilmu Kaidah Fikih khususnya para pemula. Hal ini terlihat dari respon yang diberikan oleh pembaca yang cukup antusias walaupun lingkupnya masih sebatas pesantren Salafiyah Syafi’iyah saja. Besar harapan peresensi, agar buku ini semakin disebar luaskan mengingat para pelajar Kaidah Fikih pemula banyak tersebar di seluruh Nusantara ini. Terlebih, mayoritas mereka masih menggunakan kitab yang berbahasa arab. Sehingga kehadiran buku ini diharapkan menjadi angin segar untuk menjadi rujukan pendamping dalam proses belajar Kaidah Fikih. Wallahu A’lam.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *