Gus Mus dan Tagihan Politik

Gus Mus adalah sedikit ulama Indonesia yang bertahan tak menyertakan diri dalam kubangan politik praktis. Karena itu, ia tak punya tagihan politik apa-apa.

Beliau memilih istiqomah di jalur kultural –mengaji dan ceramah. Jabatan tertinggi di NU yang sempat diberikan ke beliau, tak diterimanya.

Mungkin beliau ingin mengedukasi kita semua –perjuangan tak selalu melalui jalur struktural. Tanpa jabatan apapun yang melekat, kita bisa tetap berkiprah di tengah masyarakat.

Di ulang tahunnya yang ke 76, bersama dengan doa-doa yang sudah dimohonkan banyak orang, saya juga ikut mendoakan; semoga Gus Mus sehat wal afiayat sehingga bisa terus membersamai umat.

Senin, 10 Agustus 2020

Salam,

Oleh :
Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, MA.
(Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Saat ini Sibuk Berkhidmat Sebagai Wakil Ketua LBM PBNU)

 

Facebook Comments

syarifuddin

Santri aktif Ma'had Aly Situbondo asal Pulau Raas. Saat ini, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengaji dan mengkaji kitab-kitab Fikih dan Ushul Fikih. Selain itu, ia juga aktif mengabdi sebagai Redaktur Kepenulisan di Majalah Tanwirul Afkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *