Hafalanku Bagaikan Wanita! Mudah Didapat Dengan Mendekatinya

Oleh: Rohiki Mahtum

“Masihkah menghafal menjadi dilema? Sehingga sering kali membuat sebagian orang

kewalahan dan bahkan harus mengerahkan segala jurus yang dimiliki”

Sebenarnya problem semacam ini sudah pernah terjawab oleh sebuah riset, bahwa tiada kata sulit dalam menghafal. Hanya saja yang sering kali menjadi biang keladi susah menghafal adalah  rasa malas. Sehingga akan terasa sangat sulit dan memakan waktu lama. Untuk mengatasi rasa jemu, malas dan sebagainya, kita hanya perlu tahu bahwa hafalan merupakan jelmaan seorang wanita cantik yang hendak kita lamar. Perjuang begitu berat tak akan terasa ketika kita mengejar wanita yang kita cintai. Begitu pula dengan mnghafal. Akan terasa nyaman ketika menghafal menjadi sosok wanita yang dinanti-natikan dan diharap kehadirannya. Agar lebih jelas bagaimana taktik meraih wanita cantik itu, silahkan simak penjelasan berikut!

  1. Mulailah dengan mencintai

Tidak ada yang mustahil ketika cinta yang meminta. Dan sesulit apapun usaha yang kita lakukan akan serasa mudah ketika cinta yang memaksa. Oleh karenanya, cintailah apa yang hendak kita hafal. Karena dengan mencintainya, hati akan selalu berkomitmen untuk bisa membuatnya jatuh di pelukan kita.

  1. PDKT sebagai langkah awal

“Kok aku ngafal gak masuk-masuk ya?” (Itulah kata mereka yang menganggap menghafal dengan sekali baca saja) padahal tidak semudah itu. Mana mungkin ada cewek yang mau dinikahi dengan sekali ketemu? Yang ada PDKT dulu donk, dengan cara sering ketemu dan berkenalan pastinya. Nah begitu pula menghafal, jangan kira sekali baca langsung hafal..! yang pasti harus sering-sering dibaca dulu donk biar gak kaget yang mau dihafal.“ini siapa baru kenal kok moro-moro mau ngafalin gua,,ogak ah” mungkin gitu kata hafalannya.

  1. Dekati siapa ayahnya Mungkin ini yang jarang diketahui oleh para penghafal. Mereka lalai milik siapa kitab yang dihafal atau siapa pengarangnya?, mana mungkn kita mudah dalam menghafal kalau tidak mengenal pengarangnya. so,,,dekati pengarangnya baik dengan Taqarrub Ilallah (al-Qur’an) ataupun bertawassul pada yang mengarang misalnya Syekh Muhammad Ibn Abdillah Ibn Malik (Alfiyyah Ibn malik), agar mereka juga membantu mendoakan untuk kemudahan kita dalam menghafal.
  2. Barulah mulai menghafalnya Setelah mengenali dan mencintai materi yang ingin dihafal barulah sobat mulai menghafalnya dengan rasa ikhlas tanpa tekanan ataupun paksaan, karena hal tersebut menjadi penghambat masuknya hafalan.
  3. Menganggap hafalan kita sebagai kekasih Pujangga bilang kekasih selalu ada dalam hati dan fikiran. Yah memang gitu, mana mungkin seorang lupa pada kekasihnya? jangankan dalam waktu lama, sedetikpun ia akan selalu ingat pada sang kekasih. Oleh karena itu, Jadikan hafalan sebagai kekasihmu agar ia selalu ada di hati dan fikiranmu!.
  4. Mawas diri dan jaga diri dari segala tabir hafalan Tentu yang terakhir ini erat hubungannya dengan apa yang kita kerjakan. Biasanya hafalan itu luntur karena lalainya si pemilik hafalan salah satunya karena seringnya maksiat dll. Oleh karenanya sobat jaga dirilah demi memelihara kekasih kita yaitu HAFALAN.[]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *