Istighatsah Kebangsaan Dihadiri Forpimda dan Rais Syuriyah PBNU

Kamis, 17 Oktober 2019, Alhamdulillah kegiatan rutin Istighatsah dan Shalawat di Pendopo, malam Jumat manis ini di kemas dengan acara Istighatsah Kebangsaan.
Hadir dalam acara selain Jama’ah rutin , Forkompinda , Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, Kepala Kemenag, Ketua Baznas Jember, Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember, dan Ratusan Pengasuh Pondok Pesantren, termasuk Camat dan Kapolsek.
Dan Hadir juga untuk menyampaikan ceramah Rais Syuriyah PBNU, KH. Afifuddin Muhajir . Dalam ceramahnya Kyai Afif memandang sangat penting Istighatsah itu memohon pada Allah untuk keamanan, ketentraman dan kemakmuran Negara Indonesia khususnya Kabupaten Jember .
Pentingnya menjaga Negara ini sampai diperbolehkan berperang. Dulu di zaman Rasulullah saat di Makkah selama 13 Tahun , Rasulullah walaupun di dhalimi, dicaci maki, Allah melarang melakukan perang, dan Rasulullah supaya bersabar. Tapi setelah Rasulullah Hijrah ke Madinah dan sudah ada negara Madinah baru Allah SWT. mengizinkan perang tentu dalam rangka membela Negara.
Oleh karena itu kita hidup di Negara Indonesia ini harus berbuat sesuatu yang bermanfaat pada negara dan jangan melakukan kemudharatan pada Negara.
Kyai Afifuddin
menyampaikan bahwa Jadi pemimpin itu berat, karena kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Pemimpin itu akan bisa menjadi jalan yang mudah menuju surga. Dalam hadist Nabi bahwa kebijakan pemimpin yang adil satu hari seperti Ibadah 60 Tahun . Begitu pula sebaliknya pemimpin akan mudah menuju neraka bila membuat kebijakan yang memudharatkan pada Rakyat dan Negara.
Adanya Istighatsah yang di hadiri Rais Syuriyah PBNU menunjukan harmunisasi hubungan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *