Kentut dan Kencing Dalam Air

Pertanyaan:

Bagiaman hukum kentut atau kencing dalam air ketika puasa?

Jawaban:

Kentut dan dan kencin di dalam air, jika diyakini adanya air atau benda lain yang masuk ke dalam lubang dubur (anus) atau lubang kemaluan (penis/vagina) maka menurut sebagian pendapat ulama dapat membatalkan puasa. Namun menurut sebagian ulama yang lain tidak membatalkan puasa jika tidak melewati lubang kemaluan (hasyafah). karena lubang dubur, lubang kemaluan tidak memiliki potensi mencerna makanan.

Referensi:

المنهج القويم شرح المقدمة الحضرمية للهيتمي (ص: 296)

 الرابع الإمساك عن دخول عين وإن قلت كسمسمة أو لم تؤكل عادة كحصاة من الظاهر في منفذ مفتوح مع تعمده دخولها واختياره والعلم بأنه مفطر إلى ما يسمى جوفا كباطن الأذن والأحليل وهو مخرج البول من الذكر واللبن من الثدي فإذا أدخل في شيء من ذلك شيئا فوصل إلى الباطن أفطر وإن كان لا ينفذ منه إلى الدماغ في الأولى ولم يجاوز الداخل فيه الحشفة أو الحلمة في الثانية لوصوله إلى جوف

Artinya: “Yang keempat adalah menahan dari masuknya suatu benda (kedalam tubuh), sekalipun hanya sedikit seperti biji-bijian, sekalipun bendanya tidak bisa dikonsumsi seperti kerikil. Benda-benda tersebut, berasal dari luar dan apabila dimasukkan ke lubang-lubang terbuka pada tubuh hingga sampai pada perut atau yang semakna dengan perut dengan ada unsur kesengajann, keadaan normal (tanpa paksaan) , dan diketahui bahwa masuknya benda-benda tersebut dapat membatlkan puasa, maka dapat membatalkan puasa. Hal-hal yang semakna dengan perut seperti baian dalam telinga atau ihlil. Ihlil yaitu tempat keluarnya kencing bagi laki-laki dan tempat keluarnya susu bagi perempuan. Dengan demikian, apabila seseorang sengaja memasukkan benda ke bagian-bagian dalam perut tersebut maka puasanya batal. Sekalipun ketika benda yang dimasukkan tidak sampai ke otak pada kasus yang pertama (benda dimasukkan lewat telinga) atau tidak bisa melalui hasyafah dan mata buah dad pada kasus yang kedua (benda dimasukkan lewat ihlil) dikarenakan benda tersebut sudah mencapai perut.”

نهاية الزين (ص: 188)

 ومثل الأصبع غائط خرج منه ولم ينفصل ثم ضم دبره فدخل منه شيء إلى داخله فيفطر حيث تحقق دخول شيء منه بعد بروزه من معدته

Artinya: “Sama halnya dengan memasukkan jari-jari ke dalam bagian tubuh (sama-sama membatakan puasa), orang yang berak kemudian memutuskan beraknya yang masih belom keluar seluruhnya dengn mengatukan kembali duburnya, sehingga ada sebagian berak lagi yang masuk lagi ke dalam duburnya. Sekiranya dapay dipastikan masuknya bagian dari berak setelah tampak keluar dari lambung. “

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *