Kiai As’ad Dan Doa Yang Sering Dimunajatkan

(Tulisan menyambut Haul Majemuk Masyayikh Pesantren Sukorejo)

Pada saat Alm. K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dianugerahi Pahlawan Nasional di Istana Negara pada tanggal 9 Nopember 2016, saya bersama Ibu Hasanah, Ust. Muhyiddin Khatib, Pak Nurdini, Murtafi’ah Aly, Mas Eka Riyadi, Emba Ida, dan beberapa teman Alumni Sukorejo ikut hadir di Istana Negara.

Selesai acara di Istana malam harinya keluarga dhalem atau ahlul bait, dan beberapa alumni diundang Tasyakkuran di rumah dinas Ibu Khofifah Indar Parawansa yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial. Di acara itu Alm. K. H. Hasyim Muzadi juga rawuh bersama Pengasuh K. H. R. Achmad Azaim Ibrahimy.

Besok harinya tepat tanggal 10 Nopember 2016, Saya, Ibu Hasanah, Pak Nurdini satu mobil mendampingi Ny. Hj. Khoiriyah As’ad selaku istri Alm. K. H. R. As’ad Syamsul Arifin yang diundang untuk menghadiri acara di Makam Pahlawan Kalibata bersama Presiden dan para pejabat tinggi negara RI.

Selesai acara di Makam Pahlawan Kalibata keluarga Kyai As’ad juga diundang oleh Panglima TNI dalam acara upacara Kopasus di Markas Kopasus Cijantung yang dihadiri Presiden Jokowi.

Di sela sela perjalanan Jakarta yang kerap kali macet itu, karena kami satu mobil, saya memberanikan tanya ke Ibu Nyai Khoiriyah tentang Amaliah doa Kyai As’ad yang sering dimunajatkan kepada Allah SWT.

Nyai Khoiriyah yang hampir 24 Jam mendampingi beliau, berdawuh; bahwa yang amat sering dilantunkan dalam doa-doa Kyai As’ad adalah Kejayaan Islam, Keselamatan Bangsa dan Negara, dan selalu menyuruh untuk mendoakan dzurriyah beliau termasuk para santri Sukorejo .

Nyai Khoiriyah dawuh sambil meniru dawuh Kyai As’ad;

Mara du’agih anak potoh kabbi, tang santreh se bede e ponduk maupun se lamole, tang santre reya tang anak , lakar bede se penter, se meler, se bejeng se buduh, tape kabbi roah tang anak” bahasa Madura, terjemahnya, “Mari doakan anak keturunan saya semua, santri yang ada di pondok maupun yang sudah pulang, santri saya ini anak saya, memang ada yang pandai, nakal, rajin, bodoh, tapi semua itu anak saya”

Kalimat itu yang setiap hari selalu keluar dari lisan mulia Kyai As’ad mengajak sang Istri untuk munajah pada Rabb al-Alamin

Bila kami ingat dawuh Nyai Khoiriyah ini ,sungguh sangat besar tanggung jawab dan kasih sayang Kyai As’ad kepada para santrinya, bahkan hidup tirakat demi kemuliaan hidup para santrinya di dunia dan akhirat.

Semoga kita semua para santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo masuk dalam ayat;

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِين

“Dan orang orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Ayat ini menurut Ahli Tafsir menjelaskan bahwa Dzurriyah (faktor keturunan) ada dua, pertama sebab nasab (hubungan biologis) dan kedua Dzurriyah sebab Ilmu (hubungan ideologis).

Semoga kita semua termasuk santri yang senantiasa memperoleh tetesan barokah doa Kyai As’ad dan ahlul bait Sukorejo, sehingga hidup ini senantiasa dalam keadaan Iman, Islam, dan penuh keberkahan.

Penulis
*HM. Misbahus Salam Mantan, Sekretaris Pusat IKSASS di masa kepemimpin Drs. Zainal Abidin.*

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *