Kiai Azaim: Saya Lahir dan Besar Menghirup Udara Akidah Aswaja al-Nahdliyah

Mustasyar PWNU Jatim KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dalam taushiyahnya menyampaikan bahwa kehadiran kami di sini adalah karena satu hal yang tidak bisa terpisahkan bahwa di dalam jasad dan ruh ini, yang tidak mungkin bisa kami lepaskan dari beliau yakni darah dagingnya KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Dan tentunya adalah rasa syukur dan nikmat ini lahir dan besar menghirup aqidah Aswaja ala masyraq jam’iyah Nahdlatul Ulama ungkapnya dalam acara Istighotsah dan Ijazah Kubro Hizb Jalb Al Arzaq bersama Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA bertempat di halaman Gedung PBNU.(29/1)

Kami minum dari aqidah ahlussunnah wal jama’ah melalui guru-guru kami, orang tua kami , datuk kami melalui orang-orang yang menjadi wasilah kepada baginda Nabi Muhammad saw melalui jam’iyah yang kita cintai yaitu jam’iyah Nahdlatul Ulama. Terang Pengasuh Pon Pes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo

Kemudian Kiai Azaim menjelaskan bahwa ajaran yang dibawa Rasulullah adalah cahaya selama 23 tahun, beliau berjuang membawa cahaya, al Qur’an adalah cahaya, islam dan seluruh ajarannya adalah cahaya, haji, puasa, shalat, zakat cahaya. Bahkan kelak dihari kiamat nanti ada golongan yang disebut nuril muhajjalin yang keluar dari beberapa anggota wudhunya, kaki, lengan dan lainnya karena sebagai pertanda orang yang ahli ibadah.

Syafa’at al Qur’an dan shalawat Nabi akan berwujud cahaya, bahkan al Qur’an menjadi cahaya ketika perjalanan melintas shirat diatas bentangan neraka Jahanam. Ketika dakwah cahaya ini tersebar hingga seantero Jazirah Arabia, bahkan cahayanya menyebar ke Ethiopia (Habasyah). Apakah setelah 23 diusia Nabi 63 tahun apakah cahaya itu padam ?. Tanyanya

Akan tetapi cahaya itu ternyata sudah ditanam didalam dada Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan seluruh para sahabat. Kemudian dari generasi ke generasi cahaya itu diwariskan, ditransfer hingga sampailah ke Nusantara melalui para kekasih Allah, yaitu orang-orang pilihan yang ditunjuk untuk menyampaikan risalah cahaya ini melalui kekasih Allah (Wali) dan Ulama. (Syahrial A)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *