Kitab Dasar, Berfikir Besar; Review K.H. Ma’ruf Khazin atas Kitab al-Amtsilah Syarh Jurmiyah

Oleh: K.H. Ma’ruf Khazin

Ketua Aswaja Center PWNU Jawa Timur

Kitab grammar Arab ini, Al-Amtsilah Syarah Al-Ajurumiyah, ditulis oleh seorang Kyai muda memasuki paruh baya, K.H.Muhyiddin Khatib, salah satu pimpinan di Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Diantara yang beliau sampaikan dalam kata pengantar adalah banyaknya kalimat “Zaid” sebagai contoh di setiap bab, seperti Zaid datang, Zaid menolong Amr, Zaid berdiri dan sebagainya, seolah kekurangan bahan contoh.

Karena itulah beliau menyusun kitab ini dengan beberapa contoh yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan dari Hadis dan beberapa ulasan ilmu Nahwu. Sepintas memang sesederhana itu ketika kitab ini ditulis oleh pengajar ilmu agama dari pesantren yang jauh dari pusat kota (maaf Kyai, saya tidak menyebut panjenengan dari pelosok kampung).

Bagi saya yang sudah hampir 20 tahun berkecimpung di pusat kota terbesar kedua di Indonesia, justru kehadiran kitab ini terasa istimewa. Apa sebab? Di kota besar sudah dikembangkan metode terjemah Al-Qur’an yang diberikan dengan sistem pelatihan pada jam-jam kerja kantoran. Para pesertanya adalah orang-orang profesional yang punya keinginan memahami Al-Qur’an secara instan, praktis, gampang dan semudah memasak dan mengkonsumsi mie goreng.

Kitab ini tidak mengurangi penjelasan dari para muallifnya yang sudah mendunia (Syekh As-Shanhaji dan Syekh Ahmad Zaini Dahlan), tetapi menghadirkan contoh-contoh dari ayat Al-Qur’an dan hadits. Saya masih berkeyakinan bahwa slogan kembali ke Qur’an dan Sunnah masih terus didengungkan dan cara yang tepat adalah memasuki kedua sumber utama Islam tersebut dengan ilmu alat.

Bagi saya mempelajari kitab ini memperoleh 2 manfaat:

1. Maqalah Imam Madzhab

قال اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ : ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻢ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻋﻈﻤﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ …. ﻭﻣﻦ ﻧﻈﺮ ﻓﻲ اﻟﻠﻐﺔ ﺭﻕ ﻃﺒﻌﻪ

Asy-Syafi’i berkata: Barangsiapa belajar Al-Qur’an maka tak ternilai harganya… Dan barangsiapa belajar bahasa maka akan berkarakter lemah lembut (Siyar A’lam an-Nubala’ 2/243)

2. Maqalah Kitab Inarah Ad-Duja

الذكي ينال بمثال واحد ما لا يدركه الغبي ولو بالف شاهد

Orang cerdas dapat memahami dengan 1 contoh yang tidak dapat dicerna oleh orang bodoh meski didatangkan 1000 saksi.

Sekali lagi, kitab Ajurumiyah ini adalah kitab dasar dalam mempelajari ilmu gramatika Arab, namun ketika menghadirkan contoh-contoh dari Al-Qur’an maka menjadi ilmu yang besar. Sebab contoh ilmu Nahwu yang menghadirkan ayat-ayat Al-Qur’an adalah setingkat Syarah Alfiyah Ibnu Malik.

Mungkin filosofi yang beliau ikuti adalah semboyan masyarakat Madura Barat (kebalikan Inggris Timur): “Think big, if you want to be a big”. Artinya: Berfikirlah sesuatu yang besar, jika anda ingin menjadi orang besar.

Terimakasih kiriman kitab dari Mas Dony Ekasaputra.

Sumber: laman Facebook resmi K.H. Ma’ruf Khazin

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *