Kongres Dema Amali II, Potong Tumpeng Tiga Dekade Ma’had Aly Indonesia

Tasikmalaya-Kongres Ke-2 Dema Amali 2020 secara resmi dibuka pada Selasa (24/02). Berbeda dengan kongres tahun lalu, pembukaan kongres kali ini diselingi dengan prosesi potong tumpeng untuk 3 dekade Ma’had Aly.

Dr. KH. Abdul Djalal, M. Ag., ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, dalam sambutannya menyebut kongres ini istimewa. Salah satu sebabnya lantaran digelar berdekatan dengan hari jadi Ma’had Aly Indonesia.

Penisbatan hari jadi Ma’had Aly ini merujuk pada momentum hari lahir Ma’had Aly Situbondo, yang pada 21 Februari lalu genap berusia 3 dekade. Hal ini cukup beralasan, mengingat dalam sejarahnya, momen tersebut merupakan cikal-bakal lahirnya seluruh Ma’had Aly yang ada di Indonesia saat ini.

Pemotongan tumpeng, secara simbolik, diwakili oleh Ahmad Munib Sodiq selaku ketua Dema Amali. Tumpeng yang sudah dipotong kemudian dibagikan kepada beberapa tokoh yang hadir. Di antaranya, Syekh Muhammad Fathurahman, M. Ag., pimpinan Pesantren Idrisiyah Tasikmalaya, KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed., pengasuh pondok pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati sekaligus ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Ustaz Asep Deni, M. Pd., mudir Ma’had Aly Idrisiyah.

Di samping itu, menurut Dr. Djalal, kongres ini istemewa sebab lokasinya bertempat di Tasikmalaya, salah satu kota yang sama hal dengan Situbondo, juga dijuluki sebagai kota santri. Terlebih, secara spesifik, yang menjadi tuan rumah adalah Ma’had Aly Idrisiyah di bawah naungan Pondok Pesantren Idrisiyah. Sebuah pesantren yang notebene merupakan pusat Thariqah Idrisiyah, salah satu thariqah muktabarah yang ada di Indonesia.

Kontributor: Saifir Rohman

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *