Kuliah Umum PP. Islamiyah Salafiyah, Pamekasan Hadirkan Dosen Ma’had Aly Situbondo.

Santri Pondok Pesantren Islamiyah Salafiyah Masaran jangan sampai putus sekolah. Demikian disampaikan Muhammad Rizqil Azizi, salah satu Dosen Ma’had Aly PP. Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur pada acara Kuliah Umum di kompleks Al-Miftah Lil Ulum Pondok Pesantren Islamiyah Salafiyah Masaran, Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam (07/03/2020).

Acara yang sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad tersebut dilaksanakan oleh Peserta Pengabdian Pesantren dan Masyarakat (PPM) Ma’had Aly PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, bersama PP. Islamiyah Salafiyah Masaran.

Pada kegiatan bertema Tantangan dan Eksistensi Lulusan Pesantren di Tengah Masyarakat” tersebut, Muhammad Risqil Azizi menyampaikan, laki-laki itu petualang, sedangkan perempuan cerminan kesuksesan sebuah bangsa, karena keluarga bermula dari perempuan.

“Yang berarti, seorang perempuan yang melahirkan masyarakat, dan perempuan sekolah pertama bagi anaknya. Untuk semua santri Pondok Pesantren Islamiyah Salafiyah Masaran jangan sampai putus sekolah sampai SMA (Sekolah Menengah Atas. Red), karena masih banyak ilmu yang harus kita pelajari sebagai bekal hidup kita dalam menjalani kehidupan,” pesannya.

Ia menambahkan, perempuan bukan hanya memiliki pekerjaan domestik, tapi perempuan juga memiliki hak dan kualitas yang sama dengan laki-laki yang bisa berkontribusi di tengah-tengah masyarakat.

“Orang yang berilmu beda dengan yang tidak berilmu dan orang yang mengetahui lebih dalam beda dengan orang yang hanya tahu di permukaan saja,” imbuhnya.

Ustaz Rizqil –sapaan akrab Muhammad Rizkil Azizi- juga memaparkan, Ketika berada di dunia maya, seorang santri harus mempertahankan indentitas atau eksistensi kesatriannya sebagai orang yang berilmu dan bisa bermanfaat.

“Seorang santri harus cerdas dalam dunia maya, karena orang yang cerdas bukan hanya yang bisa membedakan mana yang baik dan bukan. Akan tetapi, orang yang bisa memilih mana yang baik di antara yang lebih baik dan menghindari sesuatu yang terburuk di antara yang buruk,” tangkasnya.

Sumber : NU Online Pamekasan.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *