Mahasantri Ma’had Aly Situbondo Menjawab Hukum Prank

Demi memperluas khazanah keilmuan berbasis fikih, Lajnah Bahsul Masail (LBM) Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo kembali mengadakan bahtsul masail dengan tajuk “Prank dalam Sorotan Fikih” pada Selasa malam, (26/2) di perpustakaan Ma’had Aly.

Acara ini merupakan bahtsul masail yang ketiga kalinya sekaligus penutupan kegiatan LBM pada tahun ini. Kegiatan ini diadakan demi menjaga eksitensi daurah ilmiah di lingkungan Ma’had Aly sehingga diharapkan bisa melahirkan benih-benih fuqaha’ yang bisa menjawab permasalahan sesuai kebutuhan zaman masing-masing.

Kegiatan ilmiah ini mengangkat persoalan yang sedang booming di media sosial, yakni prank atau lelucon berupa trik-trik jail yang dilakukan oleh sekelompok orang (prankster’s) dan umumnya menyebabkan korban kaget, tidak nyaman atau keheranan.

Ada dua fokus pembahasan dalam bahtsul masail kali ini. Pertama, hukum prank dan yang kedua, hukum share dan upload video prank tanpa izin dari korban.

Forum rutinitas mahasantri marhalah ula tersebut memutuskan bahwa prank yang dilakukan para pranksterer’s itu boleh jika memenuhi beberapa kriteria. Pertama, korban tidak mendapatkan kerugian atau setidaknya kerugian yang didapat tidak lebih besar daripada kesenangan yang didapat. Kedua, tidak melebihi batas wajar. Ketiga, tidak melanggar batas-batas syariat. Sedangkan upload dan share video prank dihukumi boleh dengan syarat yang sama dengan permasalahan pertama.

 

Facebook Comments

Satu tanggapan untuk “Mahasantri Ma’had Aly Situbondo Menjawab Hukum Prank

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *