Malaikat dan Setan dalam Diri Manusia

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Melalui ayat ini, Allah berjanji akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Namun bilamana doa-doa mereka tidak diijabah, itu bertanda zikir dan doa mereka tidak memenuhi syarat.

Ibrahim bin Adham menyebutkan 8 penyebab doa manusia tidak dikabulkan.

  1. Manusia mengetahui hak-hak Allah, namun mereka tidak menunaikannya.
  2. Manusia membaca Al-Qur’an, namun tidak mengamalkannya.
  3. Manusia mengaku cinta kepada nabi, namun mereka tidak menapak sunnahnya.
  4. Manusia teramat takut dengan kematian, namun mereka alpa untuk menyambutnya.
  5. Manusia takut dengan panas api neraka, namun dengan sengaja mereka hempaskan diri ke dalamnya.
  6. Manusia berharap masuk surga, namun mereka tidak memantaskan diri sebagai ahli surga.
  7. Manusia mengaku bermusuhan dengan setan, namun mereka selalu mematuhinya.
  8. Manusia hanya ingat dengan dosa kesalahan orang lain saja, namun lupa dengan dosanya sendiri.

Iblis memiliki lima anak keturunan. Masing-masing punya job tersendiri.

  1. Tsabrun : Bertugas untuk menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan dan prilaku jahiliyah
  2. ‘Awar : Bertugas untuk mendorong manusia agar tersungkur dalam perbuatan zina.
  3. Dasim : Bertugas untuk menggoga biduk rumah tangga manusia agar dipenuhi dengan fitnah dan amarah.
  4. Mabsut : Bertugas untuk penyebarkan berita hoax dan fitnah
  5. Zalanbur : Bertugas di pasar untuk mejerumuskan orang dalam kezoliman.

Sebagai penyeimbang atas jumlah setan yang banyak, malaikatpun sangat banyak. Setiap malaikat memiliki tugas tersendiri.

Riwayat hadis menyebutkan bahwa setiap orang dikawal oleh 160 malaikat. 7 Malaikat menjaga dan mengawal mata manusia dari godaan setan. Andaikan manusia diberikan kemampuan untuk melihat setan, niscaya tangan dan mulutnya nampak jelas membujuk rayu manusia. Jikalau manusia luput dari kawalan malaikat maka setan dalam sekejap akan mengalahkan manusia.

Malaikat dalam diri manusia lahir dan tumbuh berkembang bersama dengan anak cucuk jin dan manusia.

Dikala Nabi Adam turun ke bumi, antara Nabi Adam dan Allah Swt. terjadi dialog.

Nabi Adam: “Ya Allah, aku dan setan bermusuhan, jikala engkau tidak membantuku, niscaya aku akan selau kalah”

Allah Swt: “Engkau tidak melahirkan anak, kecuali sudah ada malaikat dalam diri anak tersebut”

Nabi Adam: “Ya Allah! Tambah lagi”

Allah Swt. : ” Satu keburukan, saya ganjar dengan satu balasan saja, sementara satu kebaikan dibalas dengan 10 kali lipatnya”

Nabi Adam: “Tambah lagi tuhan”

Allah Swt.: “Pintu taubatku senantiasa terbuka selama ruh masih dikandung badan”

Iblis menimpali: “Ya Allah! Aku tidak akan pernah mampu mengalahkan hambamu yang mulia ini (nabi adam) kecuali engkau membantuku”

Allah Swt: “Manusia tidak melahirkan anak kecuali kamu melahirkan anak juga”

Iblis: “Kurang tuhan, tambah lagi”

Allah Swt: “Kamu bisa hilir mudik mengikuti aliran darah manusia dan kamu bisa bersemayam di hati mereka”

Iblis: ” Masih kurang tuhan. Tambah lagi”

Allah Swt: “Dan kerahkanlah pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki. Mereka berkendaraan dan berjalan kaki dalam keadaan maksiat. Berserikatlah dengan mereka pada harta benda yang diharamkan; seperti hasil dari riba dan rampasan atau rampokan (dan anak-anak) dari perbuatan zina…

Sebuah riwayat hadis menyebutkan bahwa Allah Swt. menciptakan jin menjadi tiga kelompok.

  1. Kelompok pertama berupa ular, kalajengking, dan serangga.
  2. Kelompok kedua seperti hembusan angin di udara.
  3. Kelompok ketiga berupa kebaikan dan keburukan.

Allah juga menciptakan manusia dalam tiga kelompok.

  1. kelompok pertama seperti binatang sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi”

  1. Kelompok kedua fisiknya berbentuk manusia namun ruhnya berupa setan.
  2. Kelompok ketiga adalah mereka yang kelak mendapatkan naungan di hari kiamat.

*Catatan Ngaji Ihyā’ KAMALY Jember

Ustaz. Dony Ekasaputra.
(Dosen sekaligus Kasubag Penelitian dan Publikasi di Ma’had Aly Situbondo)

Facebook Comments

syarifuddin

Santri aktif Ma'had Aly Situbondo asal Pulau Raas. Saat ini, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengaji dan mengkaji kitab-kitab Fikih dan Ushul Fikih. Selain itu, ia juga aktif mengabdi sebagai Redaktur Kepenulisan di Majalah Tanwirul Afkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *