Obat Tetes Mata Saat Puasa

Deskripsi Masalah:

            Ramadhan merupkan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat muslim. Selain pahala yang dilipat gandakan, aura ramadhan juga dapat memicu  keharmonisan keluarga, hal ini terjadi terutama saat adzan maqrib dikumandangkan.  Di bulan ini pula tak sedikit orang yang berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, berharap bisa mengantongi pahala yang banyak. Sehingga, tak jarang pula terjadi rasa was-was tentang perbuatan yang  dilakukan, apakah memengaruhi terhadap pahala puasa yang akan ia peroleh atau tidak.  Sebutsaja ia adalah pak arif ketika di bulan ramadhan, tiba-tiba matanya mengalami gangguan (sakit mata, read) sehingga ia bermaksud mengobatinya dengan obat tetes mata. Tak lama kemudia obatnya terasa di tenggorokannya, sehingga ia ragu apakah puasa yang sedang ia lakukan batal.

 

Pertanyaan:

Batalkah puasanya orang yang menggunakan obat tetes mata?

 

Jawaban:

Pada dasarnya sampainya sesuatu pada lubang tembus (manfad) dapat membatalkan puasa. namun yang perlu digaris bawahi tidak semua anggota tubuh dapat di kategorikan sebagai lubang tembus. Para ulamak berpendapat bahwa mata bukanlah di kategorikan sebagai lubang tembus. Sehingga menggunakan tetes mata di saat puasa tidak dapat membatalkan puasa, baik dijumpai rasa di tenggorokan atau tidak. Namun menurut imam Ahmad dan malik, jika dijumpai rasa di tenggorokan dapat membatalkan puasa. jika tidak dijumpai rasa maka tidak membatalkan.

 

Referensi:

 

العزيز شرح الوجيز – للرافعي (6/ 365)

(الثالثة) لا بأس للصائم بالاكتحال إذ ليست العين من الاجواف وقد روى أن النبي صلي الله عليه وسلم ” اكتحل في رمضان وهو صائم ” ولا فرق بين أن يجد في الحلق منه طعما أو لا يجد فانه لا منفذ من العين إلى الحلق وما يصل إليه يصل من المسام وعن مالك واحمد أنه إذا وجد في الحلق طعما منه أفطر

Artinya: “Ketiga: Bagi orang yang berpuasa tidak apa-apa bercelak, karena mata bukan termasuk rongga. Diriwayatkan bahwasannya: Nabi SAW. Menggunakan celak di bulan Ramadan saat beliau berpuasa. Dalam hal ini (kebolehan bercelak di saat berpuasa), tak ada perbedaan antara celak yang menimbulkan rasa di tenggorokan atau tidak, karena mata tidak memiliki saluran kepada tenggorokan. Dan juga tidak membatalkan puasa, sesuatu yang masuk melalui pori-pori kulit. Imam Ahmad dan Malik berpendapat bahwasannya hal yang demikian (semisal celak/obat mata) bisa membatalkan puasa, jika ditemukan rasa pada tenggorokan.”

نهاية الزين شرح قرة العين (1/ 290)

ويؤخذ من التقييد بالمنفذ المفتوح أن الواصل بتشرب المسامّ لا يضر، فلا يضر الاكتحال وإن وجد أثره في الحلق، كما لا يضر الاغتسال بالماء وإن وجد أثر البرودة أو الحرارة بباطنه.

Artinya: “Diambil dari batasan lubang tembus yang terbuka, bahwa suatu yang sampai sebab diserap oleh pori-pori tidak apa-apa (tidak membatalkan puasa). Sehingga, bercelak tidak dapat membatalkan puasa, sekalipun terasa di kerongkongan, sebagaimana tidak batal mandi menggunakan air sekalipun terasa dingin/segar, atau terasa panas pada kulit (akibat menggunakan semisal Balsem dan Fresh Care).”

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *