Obrolan Bersama Prof. Ibrahim Hudhud (3)

Lalu beliau melanjutkan lagi: sekedar untuk memberikan contoh saya memulai dari persamaan antara logika orang Arab dan non Arab untuk sampai kepada sebuah pemahaman yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah. Contohnya dalam menafsirkan Ayat Al-Quran yang terdapat dalam dua surat berbeda. Sebagian mufassir menyebutkan ada kontradiksi di antaranya keduanya. (Sebagian lagi mengatakan bahwa yang terdapat dalam surat Al-Hadid dimaknai sebagai jenis sorga, bukan jumlah surganya). Dan ini tidak benar! kata beliau.
Dalam Surat Ali Imran: 133-134, Allah berfirman:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَة مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّة عَرْضُها السَّمَـاوَاتُ وَالاَْرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَـاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الُْمحْسِنِينَ (134)

Kemudian dalam Surat Al-Hadid: 21, Allah berfirman lagi:

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (21)

Mari kita analisis satu per satu. Dalam ayat pertama Allah menjanjikan pahala berupa sorga seluas (tujuh) langit dan (tujuh) bumi. Sedangkan dalam ayat kedua Allah hanya menjanjikan pahala berupa surga yang lebarnya seperti satu langit dan satu bumi. Tentu saja pahala yang pertama lebih luas dan lebih dahsyat dari pahala yang kedua. Ini ukuran kuantitatif yang bisa dipahami dengan sama baik oleh orang Arab dan non-Arab. Lalu lihatlah pada awal ayat, ada dua diksi yang berbeda telah digunakan di sini. Yang pertama adalah “Bercepat-cepatlah”, sedangkan yang kedua adalah “Berlomba-lombalah”. Dan yang namanya berjalan cepat itu dilakukan sendirian, sedangkan berlomba-lomba pasti ada lawan tandingnya. Di sini ada perbedaan antara orang yang berjalan cepat karena didorong oleh motif yang berasal dari dalam dirinya sendiri, dan orang yang berjalan cepat karena bersaing dengan pihak luar. Tentu saja yang pertama lebih baik dari yang kedua, dan pantas mendapatkan pahala lebih besar dari yang kedua. Ini juga logika yang bisa dirunut dengan baik oleh Orang Arab dan non-Arab. kemudian perhatikan akhir ayat yang pertama (yakni akhir ayat Ali Imran: 134), di sini Allah menyatakan bahwa pahala berupa sorga selebar tujuh langit dan bumi itu disiapkan untuk orang-orang yang muhsin (berbuat kebajikan sejati setelah ber-Islam dan beriman), sedangkan dalam ayat kedua ada penggalan yang menyatakan bahwa pahala berupa sorga yang seperti satu langit dan bumi ini disiapkan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi ada perbedaan kuantitas dan kualitas pahala untuk orang yang baru mencapai maqam iman dan orang yang sudah mencapai maqam Ihsan! Dan menyama-nyamakan kedua maqam ini, sehingga berasumsi telah terjadi kontradiksi antara kedua ayat di atas adalah tidak benar! Nah penjelasan seperti ini bisa dirasakan kebenarannya oleh orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab.

 

DR. KH. Muhammad Aun al-‘abid.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *