Perdana, Ma’had Aly Situbondo Adakan Bahtsul Masa’il Online

Untuk sementara ini, pandemi Covid 19 telah berhasil mengubah berbagai aspek tatanan kehidupan Manusia, terlebih setelah diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh pemerintah. Dengan adanya aturan tersebut maka segala kegiatan dipindah menjadi online, tidak bisa lagi dilakukan secara langsung. Mulai dari rapat negara, pengajian, hingga forum Bahtsul Masa’il.

Bahtsul Masa’il adalah forum khas Nahdlatul Ulama yang membahas seputar persoalan keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Normalnya, kegiatan Bahtsul Masa’il diselenggarakan di suatu tempat dan melibatkan banyak orang. Namun untuk menghindari penyebaran covid 19 yang begitu massif maka kegiatan Bahtsul Masa’il hari ini dipindah menjadi online.

Adalah Ma’had Aly Situbondo, satu-satunya dan yang pertama dalam sejarah dunia yang menyelenggarakan Bahstul Masa’il secara Online.

Menurut pengakuan Dony Ekasaputra, selaku Kepala Bidang Publikasi dan Penelitian Ma’had Aly Situbondo, Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk tanggung jawab keilmuan Ma’had Aly Situbondo sebagai lembaga pendidikan tinggi khas pesantren di Indonesia. lebih-lebih sebagaimana kita ketahui Ma’had Aly Situbondo adalah Ma’had Aly tertua diantara Ma’had Aly lainnya yang ada di indonesia, sehingga apa yang diselenggarakan hari ini sesungguhnya adalah wujud percontohan untuk Ma’had Aly lainnya agar selalu survive atau sesuai dengan tantangan zaman.

Bahstul Masa’il yang dihelat pada hari minggu, tanggal 07 Juni 2020 tersebut diikuti oleh santri, alumni, dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua LBM PBNU. Bahkan beliau tidak hanya sekadar hadir, di akhir acara ada testimoni yang beliau sampaikan kepada Ma’had Aly Situbondo “Ini adalah acara yang sangat penting bagi saya pribadi. Oleh karena itu, momen seperti ini selalu saya tunggu dari aktivitas Ma’had Aly Situbondo, yaitu aktivitas perjumpaan keilmuan” ujar beliau.

Kiai. Imam Nakha’i, Kiai. Nawawi Tahbrani, Kiai. Nuruddholam, Kiai. Khairuddin Habzis, dan Kiai. Badrut Tamam nama-nama itu hadir bertindak sebagai perumus dalam forum Bahtsul Masa’il online tersebut dengan tema; Salat Jumat Dua Gelombang Di Era New Normal.

Sementara itu, di kursi musahhih ada Kiai. Afifuddin Muhajir, wakil pengasuh pesantren Sukorejo sekaligus Rais Syuriyah PBNU, Dr. Kiai. Abdul Jalal, Prof. Kiai. Abu Yasid, Dr. Kiai. Muhyiddin Khotib, dan Kiai Ahmadi Muhammadiyah

Akhiran, semoga acara ini yang dilaksanakan pertama kali oleh Ma’had Aly Situbondo ini menjadi percontohan yang baik untuk lembaga keagamaan lain bahwa di tengah keterbatasan ruang dan akses untuk berkumpul secara langsung, media bisa dijadikan solusi alternatif.[srf/aha]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *