Rakus

Oleh: Ust. Khairuddin Habziz, M. H.I

(Katib Ma’had Aly Situbondo, Dosen Pengampu Kaidah Fiqh, Penulis buku “Simpel Mudah Menguasai 135 Kaidah Fikih”, dan “Simpel Mudah Menguasai 125 Kaidah Ushul Fiqh”)

Membaca status Facebook KH. Afifuddin Muhajir, hati tergelitik untuk ikut berkomentar. Beliau menulis;

“Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling cerdas. Sebagai makhluk yang ditunjuk untuk menjadi khalifah Allah SWT di atas bumi, manusia mampu berargumentasi, mengkaji, menganalisa dan mengambil kesimpulan menyangkut berbagai hal.

Adapun hewan-hewan selain manusia kecerdasannya terbatas pada dua hal :
1. Kecerdasannya dalam mencari makan untuk mempertahankan hidupnya.
2. Kecerdasannya dalam mencari pasangan untuk melestarikan jenisnya.

Semua kecerdasan, termasuk kecerdasan hewan dalam dua hal fersebut ada dalam genggaman dan kendali dzat yang Maha Kuasa, Allah ‘azza wa jalla.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’-nya menjelaskan dengan rinci kecerdasan hewan dalam hal mencari makan. Entah, kapan Al-Ghazali melakukan penelitian tentang hal itu?”

Amma ba’du, fa aqulu;

Hanya saja dalam kehidupan, dua kecerdasan hewan ini senantiasa berdampak positif dan harmonis dengan kehidupan, padahal kecerdasannya hanya dilandasi insting semata.

Berbeda dengan kecerdasan manusia dalam mendapatkan dua hal di atas. Realitanya tidak selalu membawa kebaikan pada kehidupan, padahal mereka sudah dibekali akal pikiran dan hati.

Barangkali sifat rakus yang tak terkendali dalam mencari nafkah hidup dan mencari kepuasan pasangan hidup sebagai penyebab utamanya.

Andai manusia tidak mau mulai belajar mengganti sifat rakus dengan bersyukur dan merasa cukup atas anugerah-Nya, maka tentu hewan lebih bermartabat dan terhormat dibanding manusia, sekalipun telah dibekali dengan multiple intelligence (kecerdasan ganda).

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (الأعراف ١٧٩

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *