Reaktualisasi Keilmuan Melalui Tulisan

Keberadaan literasi di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo terus dilestarikan dan dikembangkan terutama di lembaga Ma’had Aly. Instansi yang konsen pada kajian fikih dan ushul fikih tersebut terus berupaya menghidupkan literasi  keilmuan terbukti dengan diterbitkannya secara rutin buletin Tanwirul Afkar untuk Ma’had Aly Marhalah Tsaniyah setiap bulannya dan buletin GAMIS untuk Ma’had Aly Marhalah Ula setiap dua pekan.

Kegiatan-kegiatan yang mampu menunjang kemampuan santri Ma’had Aly untuk bisa dan lebih baik dalam menulis terus digalakkan. Salah satunya adalah dengan mengadakan workshop Kepenulisan sebagaimana juga telah terlaksana pada tanggal 16 Januari 2019. Workshop penulisan yang bertajuk ”Reaktualisasi Keilmuan Melalui Literasi” tersebut bertujuan meningkatakan  kecakapan santri dalam menyampaikan keilmuan melalui bahasa tulisan.

Teknis acara dalam workshop penulisan tersebut dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan genre tulisan yakni fiksi dan non fiksi. Untuk kelompok fiksi langsung dibimbing oleh Ust. Abdul Wahid, M.HI sementara untuk non fiksi dihandel oleh Ust. Rizqil Azizi, M.HI. Sebelum kegiatan berlangsung minimal H-1 pra-acara, peserta haruslah mengumpulkan naskah terlebih dahulu untuk kemudian dikoreksi oleh masing-masing tutor dan dievaluasi saat workshop berlangsung. Para tutor tidak hanya menyampaikan materi namun juga memberikan tugas pada para peserta untuk kemudian diberi penilaian.

Workshop penulisan yang merupakan agenda devisi pendidikan dibawah naungan BEM Ma’had Aly putri  tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.30.  Usai penyampaian materi peserta diberi tugas kembali sesuai genre tulisan. Untuk genre tulis fiksi harus menulis cerpen sementara untuk non fiksi ditugaskan untuk membuat draft atau out line sebuah tema tulisan untuk kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama. Pelatihan tersebut lebih menekankan pada praktik lansung daripada motivasi. Dengan  langkah konkrit tersebut pesrta diharapkan benar-benar mampu menghasilakn tulisan yang  berimbang di samping juga sebagai tolok ukur sukses atau  tidaknya acara workshop penulisan tersebut.

Tujuan lain lain dari pada diaadakannya pelatihan kepenulisan tersebut adaalah agar santri mampu berkonstribusi dalam menyelesaikan persoalan melalui tulisan. Ma’had aly merupakan salah satu instansi yang mengaharuskan santri di dalamnya, mampu berbahasa lisan dengan baik dan berbahasa tulisan dengan apik, serta untuk melestarikan tradisi salafunas-salih dalam bidang literasi dengan tujuan akhir yakni menjaga keilmuan dan keagamaan melalui tulisan.[]

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *