Salat Idul Fitri dalam Suasana Pandemi Covid 19

Diperkirakan pada hari raya Idul Fitir tahun ini akan banyak kaum lelaki yang tidak hanya hebat sebagai kepala rumah tangga, tapi juga siap menjadi imam salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga. Tidak ada salahnya jika kita muthala’ah kembali tata cara shalat sunah tahunan ini. Kadang antusiasme masyarakat melebihi kewajiban salat Jum’at

Syahdan, salat ‘id ini disyariatkan di Madinah bersamaan dengan syariat puasa Ramadan pada tahun ke-2 hijriyah sebagaimana H.R. Bukhari dan Muslim.

1. Niat Salat Idul Fitri

أصلي سنة عيد الفطر ركعتين إماما/ مأموما لله تعالى

“Saya berniat melaksanakan shalat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam/makmun karena Allah Ta’ala”.

Disunahkan setelah doa iftitah/ sebelum membaca fatihah bertakbir seraya mengangkat kedua tangan, 7x takbir pada rakaat pertama dan 5x takbir pada rakaat kedua, dengan diselingi bacaan tasbih.  Takbir ini dikenal dengan takbir zawaid, artinya takbir tambahan kesempurnaan yang tidak perlu diganti dengan sujud sahwi apabila tidak dikerjakan.

2. Membaca surah al-A’la dan al-Ghasyiyah atau surah Qof dan al-Qomar pada rakaat pertama dan kedua. HR. Muslim dan Imam Nasa’i.

Ingat! ini bagi yang mudah membacanya, kalau tidak hafal, cukup surah pendek yang lain saja.

3. Khutbah id hukumnya sunah. Dilakukan setelah salat id dan dianjurkan materi yang disampaikan seputar masalah zakat fitrah; hukum fikihnya, hikmah dll.

4. Shalat id sunah dilakukan berjamaah di Masjid atau tanah lapang. Namun demikian boleh juga dikerjakan sendirian atau bersama keluarga di rumah sekalipun tanpa ada khutbahnya. Terutama di zona merah penyebaran pandemi Covid 19, dalam rangka menaati anjuran pemerintah.

KESUNAHAN IDHUL FITRI

1. Mandi dan membersihkan anggota badan sebelum melaksanakan shalat ‘id. HR. Al-Baihaki

2. Menyantap makanan ringan sebelum berangkat. Nabi Saw memakan beberapa butir kurma dengan hitungan ganjil. HR At-Tirmidzi
Hikmahnya, sebagai pertanda bahwa hari itu sudah tidak lagi berpuasa. HR.At-Tirmidzi

3. Untuk kaum lelaki, sunah mengenakan pakaian terbaik walaupun tidak berwarna putih sebagai wujud syukur dan kebahagian. HR.Imam Bukhari

4. Melantunkan takbir dan tahmid sejak tenggelam matahari di akhir Ramadan hingga pelaksanaan shalat id. HR. Imam Bukhari

5. Kehadiran anak-anak dan para wanita dengan tidak berhias, tidak memakai wewangian dan mengenakan pakaian sehari-hari. HR. Imam Bukhari

6. Berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat selama tidak udzur. Dan menempuh jalan berbeda antara berangkat dan pulang. HR. Ibnu Majah

7. Sunah melakukan sunah mutlak (ingat! bukan sunah qabliyah ‘id) atau jika di mesjid, lakukan salat tahiyyat Masjid sebelum shalat id. HR. Imam Bukhari.

8. Menghidupkan malam ‘id dengan memperbanyak salat sunah dan ibadah sunah lainnya.
Di antara hikmahnya merupakan di antara lima malam mustajabah. Menghidupkannya akan menyebabkan hati tidak mati HR. ibnu Majah.

Ust. Khairuddin Habzis, M. H.I.
(Katib Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *