Semester III Selenggarakan Pelatihan Usul Fikih : Antara Teori dan Aplikasi

Akhir bulan Oktober lalu, Ma’had Aly Marhalah Ula semester III punya gawe. Yaitu pelatihan Usul Fikih. Pelatihan tersebut dibuka dengan acara seremonial yang digelar pada Jumat malam Sabtu lalu (27/9). Ust. Asmuki, sebagai wakil Katib Ma’had Aly hadir guna memberikan sambutan. Beliau dalam penuturannya banyak memberikan suntikan motifasi untuk terus melanjutkan tradisi pelatihan Usul Fikih ini. Sebab menurutnya, hanya di Ma’had Aly mungkin yang memiliki tradisi Pelatihan semacam ini. “Kalau di lembaga lain, saya masih belum menemukan,” imbuhnya.

Pelatihan dengan tema Revitalisasi Nalar Ushuli: Antara Teori dan Aplikasi tersebut, digelar selama 4 hari. Dan oleh panitia, setiap harinya topik pembahasan dirancang berbeda. Menurut agenda, hari pertama, fokus pelatihan kepada pemahaman sejarah perkembangan Usul Fikih . Hari kedua, tentang  dalil Muttafaq ‘Alaiha. Hari selanjutnya pembahasan mengenai dalil Mukhtalaf Fiha. Dan hari terakhir menyinggung persoalan Hukum menurut Usul Fikih. Namun dikarenakan beberapa Narasumber memiliki kesibukan yang tidak bisa ditunda, akhirnya Panitia merolling jadwal topik pelatihan sehingga tidak sesuai dengan rencana awal. Tetapi, hal ini tidak membuat peserta pelatihan mengendorkan semangatnya.

Pemaparan materi, dilaksanakan pada Pagi hari. Yakni berlangsung dari jam 08.30 sampai 10.30. Namun, lantaran beberapa kendala, dua materi didiskusikan pada waktu siang hari. Dimulai dari jam 13.00 hingga 14.30.

Selama pelatihan, peserta tampak antusias. Ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan selepas pemaparan materi oleh Narasumber.

Setelah pemaparan materi, pada malam harinya diadakan dikusi panel. Diskusi ini memperdalam bahasan yang sudah diberikan oleh Narasumber pelatihan. Dan setiap kelompok yang telah dibentuk panitia, harus mempresentasikan hasil kajian anggota kelompoknya.

Dan puncaknya, tanggal 2 Oktober malam, pelatihan Usul Fikih pertama Semester III resmi ditutup.  Dalam sambutannya, Ust. Abdul Wahid, M.Hi, menekankan bahwa ilmu yang didapat selama pelatihan tidak boleh berhenti sampai malam ini. Tapi mesti terus dikembangkan, dipratikkan sendiri. Bahkan, perlu didiskusikan lagi dengan kawan-kawannya. Nah, “tradisi berdiskusi inilah yang membuat Ma’had Aly berbeda dengan madrasah atau sekolah lain”, ucapnya.

Kemudian, MC acara, saudara Sampoerna, mendapuk Ust. Rizkil Azizi untuk berkenan menutup seluruh rangkaian acara Pelatihan Usul Fikih dengan doa. Dengan harapan, segenap ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat. Demikianlah Pelatihan ini resmi ditutup.[]

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *