Semua Santri Sukorejo Balik Ke Pesantren Pertengahan Juli.

Tadi malam (28/06/2020), PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo merilis hasil keputusan rapat Majelis Keluarga dan Pengurus Pesantren yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2020. Keputusan tersebut antara lain berupa pemberitahuan terkait arus balik santri PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang saat ini masih ada di rumah. Dalam keputusan tersebut, santri aktif PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang saat ini masih ada di rumah harus sudah kembali ke pesantren di antara tanggal 15 s.d 25 Juli 2020.

Adapun teknis pemberangkatannya, nanti akan diatur dan dikordinir oleh Pengurus Alumni masing-masing daerah.

lebih dari itu, dalam batang tubuh surat keputusan tersebut juga dijelaskan bahwa sebelum kembali ke pesantren para santri hendaknya melakukan dan mempersiapkan beberapa hal berikut.

  1. Melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, yang dibuktikan dengan surat pernyataan sumpah mengetahui wali santri.
  2. Melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas Kecamatan atau rumah sakit.
  3. Membawa masker minimal sebanyak 3 biji dan handsanitizer secukupnya.

Melalui salah satu butir surat keputusan tersebut,  PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo juga mengatur terkait pola hidup yang harus dijalani oleh para santri ketika sudah berada di pesantren. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Senantiasa memakai masker dan menjaga jarak.
  2. Rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, sering mencuci sajadah dan alas tidur.
  3. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
  4. Olahraga ringan, teratur, dan terukur setiap hari.
  5. Jika mengalami sesak nafas, demam tinggi, dan lemas maka segera melakukan pemeriksaan di Klinik Idaman As’adiyah atau melapor kepada petugas atau pengurus.

Dengan penerbitan surat edaran tersebut, PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sesungguhnya  juga hendak menegaskan bahwa keterbatasan ini seharusnya dijadikan sebagai momentum titik balik bagi kita agar kreatif dan tetap survive dengan berbagai tantangan zaman. Bukan malah sebaliknya, menjadikan kita sebagai generasi pemalas yang menyerah begitu saja pada keadaan, tanpa mau berusaha dan bergerak menunaikan hal-hal yang sesungguhnya masih bisa dikerjakan. Dalam Kaidah Fikih disebutkan.

مالايدرك كله لايترك كله

“Apa yang tak dapat kamu tunaikan semuanya jangan sampai kamu tinggalkan semuanya”

الميسور لا يسقط بالمعسور

”Sesuatu yang sulit dilakukan jangan menjadi alasan untuk meninggalkan sesuatu yg mudah dilakukan”[srf]

Untuk informasi lebih jelasnya, silahkan unduh link download Pdf di bawah ini.

Link Download Pdf : SURAT EDARAN PENGURUS PP. SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO

Link Download Pdf : JADWAL ARUS BALIK SANTRI SUKOREJO MASING-MASING DAERAH

Facebook Comments

syarifuddin

Santri aktif Ma'had Aly Situbondo asal Pulau Raas. Saat ini, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengaji dan mengkaji kitab-kitab Fikih dan Ushul Fikih. Selain itu, ia juga aktif mengabdi sebagai Redaktur Kepenulisan di Majalah Tanwirul Afkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *