Sidang Munaqosah Ma’had Aly; Kumpulan Penelitian Fikih-Ushul Fikih

Saat ini Mahasantri Ma’had Aly Situbondo Marhalah Ula, khususnya yang tengah berada di penghujung semester sedang disibukkan dengan sidang munaqosah sebagai salah satu syarat untuk dinyatakan sah sebagai peserta wisuda.

Dalam sidang tersebut masing-masing Mahasantri dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan risalah penelitian yang telah rampung ditulisnya selama berhari-hari.

Risalah penelitian yang ditulis oleh para kader fakih zamanih tersebut menekankan pada kedisiplinan dalam mencantumkan rujukan. Rujukan atau refrensi yang digunakan harus bersumber langsung dari kitab kuning “Agar ada bedanya penelitian yang dilakukan oleh Ma’had Aly dengan perguruan tinggi lainnya” ungkap Dr. KH. Abdul Jalal, M.Ag, salah satu dosen Ma’had Aly Situbondo yang juga merangkap sebagai ketua Asosiasi Ma’had Aly se-Indonesia (AMALI).

Selain menggunakan pendekatan fikih, judul-judul penelitian yang dikajinya juga kental dengan sentuhan ushul fikih. Hal tersebut dilakukan agar kesimpulan hukum yang diproduksi dalam risalah tersebut tidak kaku, akan tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan konteks masalah yang sedang dikajinya[srf].

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *