sikapi Arus Balik Santri, Ini Argumen Kiai Afifuddin Muhajir

Sesuatu yang sulit dilakukan jangan menjadi alasan untuk meninggalkan sesuatu yang mudah dilakukan

الميسور لا يسقط بالمعسور

Di masa pandemi covid-19 ini, kita harus menaati protokol kesehatan. Salah satunya adalah social distancing dan physical distancing (jaga jarak). Hal itu membuat pondok-pondok pesantren yang memiliki santri dengan jumlah besar sulit untuk menerima arus balik seluruh santrinya secara serentak. Yg bisa dilakukan adalah mengembalikan mereka secara bertahap. Pon. Pes. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo yang akhir-akhir ini dihuni oleh tidak kurang dari 14.000 santri, pada tahap pertama (mulai 01 juni sampai 16 juni) hanya akan menerima arus balik sekitar 2000 orang santri putra-putri, terdiri dari santri yang menjadi pengurus, santri yang menjadi kepala kamar dan santri Ma’had Ali serta siswa aliyah. Santri sebanyak itu cukup sebagai modal untuk menghidupkan kembali aktifitas pesantren yang sempat terhenti.

 

Disadur dari laman Facebook Kiai Afifuddin Muhajir

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *