Sikapi New Normal, Asosiasi Ma’had Aly se-Indonesia Terbitkan Pernyataan Sikap

Keputusan pemerintah terkait penerapan New Normal (normal baru) merembes juga ke sektor pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Merespon hal ini, Jumat, 5 Juni 2020 lalu, Asosiasi Ma’had Aly se-Indonesia (AMALI) melangsungkan Halal bi Halal sekaligus Webinar bertajuk “Memaknai New Normal Ala Pesantren”.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, asosiasi yang diketuai oleh Kiai Dr. Abdul Jalal, M. Ag., ini pun menerbitkan pernyataan sikap berikut beberapa rekomendasi. Berikut ini adalah poin-poin yang termaktub di dalamnya.

  1. Asosiasi Ma’had Aly se-Indonesia (AMALI) berpendapat bahwa Pondok Pesantren adalah Lembaga Pendidikan asli dan tertua di Indonesia yang memiliki imunitas yang telah teruji dalam menghadapi berbagai persoalan dan dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi dengan caranya sendiri.
  2. AMALI berpendapat bahwa New Normal, sebagai tahapan lanjut dari cara menghalau laju penularan Covid-19, bagi pesantren harus disikapi dengan cara pandang, pola pikir, dan perilaku sarta tradisi pesantren. Oleh karena itu, disepakati perlunya dirumuskan pemaknaan ‘New Normal Ala Pesantren.’
  3. AMALI memandang bahwa dalam menyikapi New Normal, Pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya, perlu melakukan evaluasi terhadap pola hidup sehat yang selama ini dijalani untuk menemukan polah hidup baru yang lebih sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad sebagai bentuk pengamalan sabda Nabi “Jaddiduu Imanakum”. Dengan demikian, pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya diharapkan akan bisa menjadi role-model bagi yang lain.
  4. AMALI memandang perlu pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya yang akan segera mengembalikan santri ke pesantren untuk mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan terukur, serta menyiapkan perencanaan, sarana-prasarana, dan monitoring-evaluasi yang mendukung terlaksananya protokol kesehatan, disamping lebih menyemarakkan bacaan do’a dan wirid-wirid yang telah menjadi tradisi pesantren. Dengan demikian, diharapkan pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya tidak hanya tidak akan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19, melainkan pesantren juga diharapkan akan menjadi lembaga pendidikan yang tangguh terhadap berbagai jenis wabah dan sekaligus menjadi teladan serta agen kesehatan masyarakat.
  5. AMALI memandang perlunya membangun sinergi antara pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya serta AMALI dan RMI-PBNU dengan berbagai pihak dalam penyiapan memasuki New Normal dan menyambut kembalinya santri ke pesantren, baik dalam menyiapkan sarana-prasarana kesehatan, SDM kesehatan, maupun sarana-prasarana dan SDM yang lain yang mendukung terlaksananya aktivitas pesantren di era New Normal.
  6. AMALI mendorong pemerintah agar menunjukkan keberpihakannya kepada pesantren dan Ma’had Aly yang ada di dalamnya, dalam pemenuhan kebutuhan pesantren dan Ma’had Aly pada semua dimensinya, terutama kebutuhan kesehatan, pendidikan, tempat tinggal atau asrama santri dan warga pesantren.

Unduh PDF Pernyataan Sikap Bersama dan Rekomendasi Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) dalam Halal Bi Halal Dan Webinar Amali, 5 Juni 2020: https://drive.google.com/file/d/1kcwlH6ugZ8yQt-WpWeQCrK5D-j6QzVHK/view?usp=drivesdk

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *