Wajib Jawab Salam Walaupun Bahasa Daerah

Pertanyaan:

Apakah Boleh mengucapkan salam menggunakan selain  bahasa Arab, semisal bahasa daerah? dan Bagaimana pula hukum menjawabnya?

Jawaban:

Ada tiga pendapat ulama tentang hukum mengucapkan dan menjawab salam menggunakan bahasa daerah, namun pendapat yang benar adalah sah mengucapkan salam menggunakan bahasa daerah dan hukum menjawabnya  wajib.

Referensi:

 

روضة الطالبين وعمدة المفتين (10/ 230)

فِي السَّلَامِ بِالْعَجَمِيَّةِ ثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ، ثَالِثُهَا: إِنْ قَدَرَ عَلَى الْعَرَبِيَّةِ، لَمْ يُجْزِئْهُ.

قُلْتُ: الصَّوَابُ صِحَّةُ سَلَامِهِ بِالْعَجَمِيَّةِ إِنْ كَانَ الْمُخَاطَبُ يَفْهَمُهَا، سَوَاءٌ قَدَرَ عَلَى الْعَرَبِيَّةِ أَمْ لَا، وَيَجِبُ الرَّدُّ؛ لِأَنَّهُ يُسَمَّى تَحِيَّةً وَسَلَامًا. وَاللَّهُ أَعْلَم

 

Dijawab oleh

KH.  Badruttamam, M.H.I. (Alumni Mahad Aly Salafiyah Syafiiyah, sekaligus Mudir Ma’had Aly Nurul Qarnain Jember)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *