Webinar Disertasi, Prof. Nadir ; Usaha Menciptakan Demam Pemikiran Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām.

Untuk kesekian kalinya, Ma’had Aly Situbondo menggelar Webinar. Kali ini giliran disertasi karangan Dr. KH. Abdul Jalal, M.Ag. dengan judul “Konsep Maslaah Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām” yang menjadi objek pembahasan.

Acara yang berlangsung secara online tersebut dihadiri oleh beberapa raksasa intelektual NU. Di antranya adalah KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU sebagai keynote speaker. Prof. Nadirsyah Hosen, Rois Syuriyah PCINU Australia sebagai pembanding pertama. Dan KH. Arwani Syaerozi, yang merupakan murid langsung Syaikh Ahmed Al-Rousuni sebagai pembanding kedua.

Di awal penyampaiannya, Kiai Jalal –sapaan akrab Dr. KH. Abdul Jalal, M.Ag.- mengungkapkan bahwa kekagumannya pada KH. Afifuddin Muhajirlah yang membuat dirinya menjatuhkan pilihan pada Imam Izzuddīn untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Pasalnya, menurut penuturan Kiai Jalal, Kiai Afif sangat mengagumi Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām. Inilah yang kemudian membuat baliau penasaran dan tertarik untuk meneliti dan mengkaji pemikiran ulama yang bergelar sulanul ulamā tersebut.

Menurut apa yang telah ditemukan oleh Kiai Jalal, gagasan maslaḥah yang diusung oleh Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan Fikih, akan tetapi juga mencakup pada hal-hal yang berkaitan dengan akidah dan juga akhlak tasawwuf. Inilah yang jarang ditemukan dalam kitab-kitab Usul Fikih lainnnya.

Sementara Prof. Nadirsyah Hosen yang bertindak sebagai pembanding dalam acara tersebut mengapresiasi usaha Kiai Jalal dalam memperkenalkan pemikiran Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām, usaha yang jarang sekali dilakukan oleh kebanyakan intelektual Indonesia. Karena kebanyakan intelektual Indonesia lebih akrab dengan al-Syatibi yang bermazhab Maliki dibandingan Izzuddīn yang bermazhab al-Syafi’ī.

Terakhir, Prof. Nadir berharap semoga selanjutnya akan terjadi demam pemikiran Imām Izzuddīn Bin ‘Abd al-Salām sebagaimana dahulu pernah terjadi demam pemikiran al-Syatibi  pada tahun 90-an.[]

Facebook Comments

syarifuddin

Santri aktif Ma'had Aly Situbondo asal Pulau Raas. Saat ini, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengaji dan mengkaji kitab-kitab Fikih dan Ushul Fikih. Selain itu, ia juga aktif mengabdi sebagai Redaktur Kepenulisan di Majalah Tanwirul Afkar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *