Rekonstruksi Fikih Zakat, Murni Hasil Ijtihad Kiai Muhyiddin Khotib

Ma’had Aly Situbondo menggelar bedah buku Rekonstruksi Fikih Zakat, rabu, 29 Januari 2020, malam ini. Dalam acara tersebut Ma’had Aly Situbondo menghadirkan langsung penulis buku, Dr. KH. Muhyiddin Khotib, M. HI.

Di awal penyampaiannya penulis buku menyampaikan pengakuan yang menarik. Beliau menyampaikan bahwa proses penulisan dalam buku tersebut berbeda dengan penulisan penelitan yang dilakukan oleh peneliti pada biasanya, mencari data terlebih dahulu kemudian melakukan analisis terhadap data yang sudah diprolehnya.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh kiai yang juga merupakan dosen senior di Ma’had Aly Situbondo tersebut dalam buku Rekonstruksi Fikih Zakat adalah melakukan analisis terlebih dahulu, setelah selesai melakukan analisis yang cukup tajam, kemudian beliau melakukan pencarian data untuk menguatkan hasil analisisnya.

Jadi apa yang telah beliau tulis dalam buku Rekonstruksi Fikih Zakat adalah murni hasil ijtihad beliau yang kemudian banyak menemukan relevansi dengan keterangan-keterangan yang ada di dalam alquran, hadis dan teori-teori ushūl fikih.

Dalam penjelasan lebih lanjut, beliau memaparkan prinsip-prinsip muāmalah yang terdiri dari delapan poin. Yang mana kedelapan poin tersebut juga bisa kita temukan di dalam Zakat “semua prinsip muāmalah ada pada zakat” kata beliau dengan tegas.

Dengan demikian, maka beliau melakukan pembacaan ulang terhadap cara pengelompkan yang dilakukan oleh ulama klasik yang cenderung memasukkan zakat dalam ketegori ibadah.

Menurut beliau, pengelompokan seperti ini perlu dilakukan rekonstruksi. Zakat yang pada mulanya masuk dalam kategori ibadah sudah saatnya kita masukkan dalam kategori muāmalah, sehingga kita bisa dengan laluasa malakukan ijtihad terhadap hal-hal yang harus di keluarkan zakatnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung seru. Keseruan tersebut bisa kita lihat dari respon para audien yang begitu antusias menyampaikan berbagai kritik dan kemuskilan dalam sesi tanya jawab.

Kemuskilan tersebut antara lain muncul dari peserta yang memiliki nama lengkap Sholihin. Sholihin menyodorkan berbagai macam ibāratul kutub yang manurut dia tidak sama dengan gagasan yang ditwarkan oleh Kiai Muhyiddin Khotib.

Menanggapi hal ini, Kiai yang juga merupakan alumni Ma’had Aly Situbondo angkatan pertama menjawab dengan santai “ya kalau kalian cari penjelasan saya di Fathul Qorīb, Fathul Mui’īn dan Fathu Wahhāb ya gak ada. Kalau di Fathul Wahhāb sudah ada ngapain saya buat (buku Rokonstruksi Fikih Zakat) ini”  Jawab beliau yang kemudian disambut suara riuh dari audien.

Terakhir, beliau menyampaikan sekurang-kurangnya ada dua hal yang menjadi tujuan dari disusunnya buku tersebut. Pertama, untuk memperkaya khazanah pemikiran. Kedua, agar supaya zakat bisa landing langsung kepermukaan masyarakat sesuai maqoshidnya.

Semoga bermanfaat dan semoga apa yang menjadi tujuan dapat segera tercapai.!

Syarifuddin

Facebook Comments

2 tanggapan untuk “Rekonstruksi Fikih Zakat, Murni Hasil Ijtihad Kiai Muhyiddin Khotib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *